100% 100% ASI by Herba ASIMOR
Asimor Produk Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Mamsi Punya masalah dalam menyusui?
  • Asi kurang lancar atau
  • Yang keluar ga banyak?
YUK, CHAT kami & temukan solusinya




Membedong Bayi, Boleh atau Tidak?

Admin | Jun 03 2021
Share Facebook Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI Share Twitter Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI


Facebook Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Twitter Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Feature Image Membedong Bayi, Boleh atau Tidak? Asimor ASI Booster Pelancar ASI

Bedong atau bedung bayi merupakan tradisi yang sudah dilakukan para ibu di Indonesia maupun di luar negeri secara turun-temurun. Meskipun demikian, hingga kini masih terdapat pro dan kontra mengenai bedong bayi.

Ada yang mengatakan bedong bayi dapat membahayakan keselamatan bayi sehingga membuat sebagian Mamsi ragu membedong bayi. Namun, ada juga yang bilang bedong bayi menyimpan sejumlah manfaat bagi si Kecil. Sebenarnya, bagaimana kebenarannya?

Bedong bayi adalah teknik membalut tubuh bayi, terutama yang baru lahir, dengan selimut atau kain bedong. Tujuan bedong bayi adalah membuat bayi merasa hangat dan nyaman seperti saat di rahim ibu sehingga ia bisa tidur nyenyak.

 

Manfaat Bedong Bayi

bedong bayi

Berarti, bedong bayi memang boleh dilakukan?

Nanti dulu, Mamsi. Dikutip dari situs web The Asian Parent Indonesia, dr. Arifianto, Sp.A. menjelaskan, bedong bayi atau baby swaddling boleh dilakukan asalkan dengan cara bedong bayi yang benar.

Bila dilakukan dengan cara yang benar, bedong bayi memang dapat memberikan manfaat berikut bagi si Kecil:

  1. Membuat bayi merasa nyaman
  2. Menenangkan bayi ketika rewel dan sulit tidur
  3. Menjaga bayi agar tidak mudah terbangun dari tidurnya
  4. Membuat bayi terlelap lebih nyaman tanpa gangguan
  5. Membantu orang tua untuk dapat beristirahat karena bayi dapat tidur dengan nyenyak

Menurut dokter Arifianto, membedong bayi dapat membantu bayi tidur nyenyak karena mengurangi refleks moro atau startle reflex. Refleks kejut ini lazim terjadi pada bayi baru lahir.

 

Cara Bedong Bayi yang Benar

bedong bayi

Mamsi mungkin pernah mendengar mitos bahwa bedong bayi bisa meluruskan kaki bayi. Orang tua yang mempercayai mitos ini kemudian membedong bayi terlalu kencang.

Nyatanya, mitos tersebut tidak benar. Membedong bayi terlalu kencang adalah cara bedong bayi yang tidak benar dan dapat membahayakan fisik si Kecil.

Lebih jauh lagi, cara bedong bayi yang keliru dapat menimbulkan dampak negatif seperti berikut:

  1. Mengganggu pergerakan dan pertumbuhan bayi di kemudian hari.
  2. Membuat bayi berisiko mengalami hip dysplasia atau displasia panggul. Dikutip dari situs web Alodokter, displasia panggul adalah kondisi ketika posisi panggul bergeser dan tidak sejajar satu sama lain. Akibat kelainan ini, posisi kedua kaki bayi berbeda satu sama lain dan dapat menyebabkan ia pincang saat berjalan nanti.
  3. Membuat bayi berisiko mengalami sudden infant death syndrome (SIDS), yaitu kematian mendadak pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun tanpa adanya gejala. SIDS biasanya terjadi pada bayi yang sedang tidur.

Bayi dapat mengalami SIDS bila saat dibedong ia mengubah posisi tidurnya dari telentang menjadi menyamping atau telungkup. Selain itu, bedong yang terlalu longgar juga bisa menutupi mulut dan hidung bayi sehingga membuatnya kesulitan bernapas.

Bila Mamsi ingin membedong bayi, lakukan dengan benar seperti panduan berikut:

  1. Tempatkan bayi dalam posisi telentang saat dibedong, bukan dalam posisi lain seperti menyamping atau tengkurap.
  2. bedong bayi hanya pada bagian atas, yakni bahu dan lengan.
  3. Pastikan kain bedong tidak sampai menyentuh dagu bayi.
  4. Hindari membedong bayi terlalu kencang agar tidak membahayakan kondisi fisiknya serta agar ia dapat leluasa bergerak.
  5. Pilih jenis kain yang nyaman dan lembut untuk membedong bayi. Hindari menggunakan kain yang terlalu tebal karena bisa membuat bayi kepanasan. Mamsi juga bisa menggunakan bedong instan yang ditutup dengan ritsleting atau velcro.
  6. Hindari membedong bayi seharian penuh. Sebaiknya bedong bayi saat suhu udara sedang dingin dan ia sedang tertidur. Dengan begitu, si Kecil tetap memiliki kesempatan untuk bergerak bebas sehingga tumbuh kembangnya tidak terganggu.
  7. Periksa suhu badan bayi secara berkala saat ia sedang dibedong untuk memastikan ia tidak kepanasan.
  8. Hindari membedong bayi saat sedang tidur bersama Mamsi.

 

Bila Kondisi Ini Terjadi, Bedong Bayi Perlu Dilepas

bedong bayi

Meski diketahui dapat membuat bayi merasa nyaman, namun, ada sejumlah kondisi yang menjadi pertanda bahwa bedong bayi perlu dilepas:

  1. Bayi rewel atau menangis saat dibedong.
  2. Bayi memberontak saat dibedong, seperti berguling atau tengkurap.
  3. Bayi kepanasan saat dibedong. Tanda bayi yang kepanasan: badannya berkeringat, rambutnya basah, muncul ruam kemerahan di pipinya, dan nafasnya lebih cepat dari biasanya.
  4. Saat Mamsi sedang menyusui bayi. Biarkan tangan bayi bebas bergerak untuk menyentuh dan mengeksplorasi saat ia sedang menyusu.
  5. Saat bayi terlihat mulai aktif bergerak, seperti menyamping, berguling, atau telungkup saat tidur. Biasanya ini terjadi saat usia si Kecil beranjak dua bulan.

Mamsi juga dapat melakukan trik ini untuk memastikan apakah sudah waktunya si Kecil berhenti dibedong: bedong bayi dengan satu tangannya tidak ikut dibedong. Jika dalam waktu seminggu ia bisa tidur tenang dalam posisi ini, artinya ia sudah siap untuk lepas dari bedong. Namun, bila yang terjadi adalah sebaliknya, berarti si Kecil masih senang dibedong.

Kini Mamsi sudah mengetahui bahwa bedong bayi sebaiknya dilakukan pada bayi baru lahir dan tidak boleh dilakukan terus-menerus. Mamsi juga mengetahui apa manfaat bedong bayi, kapan sebaiknya bayi dibedong, dan bagaimana cara bedong bayi yang benar.

Apakah Mamsi berniat membedong si Kecil? Bila iya, pastikan Mamsi melakukannya dengan benar, ya. Bila Mamsi masih ragu dengan teknik membedong bayi yang Mamsi lakukan, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter atau bidan mengenai cara bedong bayi yang benar.

Asimor ASI Booster Pelancar ASI




Follow Us
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Follow Herba ASIMOR
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI

Copyright © Herba Asimor Owned by PT. Dexa Medica

Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Tanya ASIMOR