100% 100% ASI by Herba ASIMOR
Asimor Produk Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Mamsi Punya masalah dalam menyusui?
  • Asi kurang lancar atau
  • Yang keluar ga banyak?
YUK, CHAT kami & temukan solusinya




Mamsi, Ini Ciri-Ciri ASI Basi yang Berbahaya bagi Si Kecil

Admin | May 03 2021
Share Facebook Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI Share Twitter Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI


Facebook Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Twitter Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Feature Image Mamsi, Ini Ciri-Ciri ASI Basi yang Berbahaya bagi Si Kecil Asimor ASI Booster Pelancar ASI

Mamsi yang rajin memompa ASI tentu tahu bahwa masa pakai ASI perah (ASIP) ada batasnya. Bahkan, kualitas ASI bisa berkurang lebih cepat bila penyimpanannya tidak tepat.

Bila Mamsi tidak menyadari kualitas ASI berkurang atau bahkan sebenarnya sudah basi, Mamsi bisa-bisa memberikan ASI tak layak kepada si Kecil. Hal ini tentu berbahaya karena bisa membuat bayi keracunan makanan dan menderita gangguan pencernaan seperti muntah atau diare.

Maka itu, Mamsi perlu mengenali ciri-ciri ASI basi dan ASI yang masih baik agar tidak salah memberikannya kepada bayi. Dengan mengetahui tanda-tanda ASI basi, Mamsi dapat mengatur pemberian ASIP dengan lebih baik dan menghindari kejadian ASI basi.

Mamsi dapat mengetahui bagus atau tidaknya kualitas ASI yang diberikan kepada bayi melalui dua sisi. Pertama dari tampilan ASI, kedua dari perkembangan bayi.

Berikut ciri-ciri ASI yang kualitas atau kondisinya masih bagus:

  • -  Warna ASI putih kekuningan
  • -  ASI berbau seperti susu sapi
  • -  ASI terasa manis
  • -  Tekstur ASI terlihat lebih encer dibandingkan dengan susu sapi
  • -  Berat badan bayi naik dengan stabil sesuai grafik pertumbuhannya
  • -  Bayi tidak pernah mengalami gangguan pencernaan
  • -  Bayi menyusu secara rutin karena tubuh Mamsi mampu memproduksi ASI sesuai permintaan bayi

 

Kenali Ciri-ciri ASI Basi

botol asi

Bila diperhatikan dengan saksama, ASI yang sudah basi sebenarnya terlihat berbeda daripada ASI yang kualitasnya masih baik. Maka, setiap hendak memberikan ASIP kepada bayi, sebaiknya Mamsi memperhatikan betul-betul tampilannya. Bila warna atau baunya berbeda, kemungkinan ASI tersebut sudah basi.

Berikut ciri-ciri ASIP yang sudah basi:

  • Tekstur ASI Tidak Larut Saat Diaduk dan Muncul Gumpalan

ASI yang disimpan di kulkas akan terbagi ke dalam dua lapisan. Lapisan atas berwarna putih kekuningan dan kental, sedangkan lapisan bawah berwarna lebih bening dengan tekstur lebih encer. Hal ini normal karena komponen lemak dan non-lemak di dalam ASI akan memisahkan diri.

Bila ASI masih segar atau kondisinya masih baik, kedua komponen tersebut akan menyatu saat ASI diaduk atau wadah ASI digoyang perlahan (bukan dikocok). Namun, bila setelah ASI diaduk komponen lemak dan non-lemaknya tidak menyatu, dan bahkan terlihat ada gumpalan, itu adalah tanda ASI basi.

Jangan mencoba memanaskan atau mengocok ASI yang sudah menggumpal ya, Mamsi. Jangan diberikan kepada bayi dan segera buang saja.

  • Aroma ASI Tengik dan Asam

ASI yang masih segar memiliki aroma seperti susu sapi. ASI yang sudah disimpan di kulkas dan dibekukan memang akan mengeluarkan bau sedikit asam saat dicairkan. Ada juga yang bilang ASI yang sudah dicairkan memiliki bau seperti sabun.

Hal ini normal karena menandakan pemecahan lemak akibat tingginya kadar enzim lipase. ASI dalam kondisi seperti ini masih dapat diberikan kepada bayi. Namun, bila Mamsi merasa ASI tersebut berbau sangat asam, menyengat, atau bahkan cenderung tengik, kemungkinan besar itu adalah ciri-ciri ASI basi.

  • ASI Terasa Asam

Rasa ASI memang bisa berbeda-beda karena tergantung dari makanan yang Mamsi konsumsi. Namun, secara umum, ASI yang berkualitas baik memiliki rasa yang manis dan ringan.

Oleh karena itu, Mamsi juga bisa mengecek kualitas ASIP dengan mencicipi rasanya. Bila ASI memiliki rasa asam yang tajam seperti makanan basi, artinya ASI memang sudah basi.

Bila suatu hari bayi menolak mengisap ASIP yang diberikan, Mamsi juga bisa memeriksa rasanya. Bisa saja si Kecil menolak karena rasa ASI yang tidak enak karena sebenarnya sudah basi.

  • Ada Perubahan Warna pada ASI

Cara cepat mengenali tanda ASI basi adalah dengan memerhatikan warnanya. Warna ASI basi berbeda dengan ASI yang baru diperah. Warna ASI basi biasanya terlalu kuning, kehijauan, atau bahkan abu-abu.

Perubahan warna pada ASI ini bisa terjadi karena penyimpanan yang kurang tepat. Misalnya, ASIP disimpan bersama dengan bahan makanan lain di kulkas dan bukan di freezer.

  • Sudah Disimpan di Kulkas Selama Lebih dari 3 Hari

Selain disimpan di freezer, ASIP juga dapat disimpan di kulkas. Namun, kesegaran ASIP yang disimpan di kulkas hanya dapat bertahan selama 3–5 hari. Itu pun dengan catatan Mamsi menyimpannya di bagian tengah kulkas, dan bukan di bagian dalam pintu kulkas.

Jika Mamsi menyimpan ASIP di bagian dalam pintu kulkas, kualitas ASIP dapat lebih cepat berkurang karena suhunya berubah-ubah akibat proses buka-tutup pintu kulkas. ASIP yang disimpan di lemari pendingin bukan freezer selama lebih dari 5 hari sudah pasti akan basi.  

  • Botol ASIP Tidak Tertutup Rapat

Salah satu cara menyimpan ASI agar tidak basi adalah memastikan botolnya tertutup rapat. Bila botol tidak tertutup rapat, ASIP rentan terkontaminasi udara yang membuatnya lebih cepat basi.

Maka itu, Mamsi perlu menyimpan ASIP di dalam botol yang dilengkapi tutup rapat atau di dalam kantong penyimpan khusus ASI yang juga dapat ditutup rapat. Wadah-wadah ini memang dirancang khusus untuk menyimpan ASIP sehingga dapat menjaga kesegaran ASI lebih lama.

 

Apa yang Akan Terjadi Bila Bayi Terlanjur Minum ASI Basi?

ibu menyusui bayi

Selain mengenali ciri-ciri ASI basi, Mamsi yang rajin memerah ASI juga perlu memahami bahaya yang dapat terjadi akibat bayi terlanjur minum ASI basi.

ASI basi bisa jadi sudah terkontaminasi bakteri, virus, atau kuman lain yang dapat mengganggu pencernaan bayi. Gejala umum gangguan pencernaan pada bayi yang minum ASI basi adalah muntah-muntah, diare, demam, rewel, dan menangis.

Mamsi perlu segera membawa bayi ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Selain itu, Mamsi juga perlu memberinya ASI segar sesering mungkin agar si Kecil tidak makin lemas. Bayi yang keracunan makanan berisiko mengalami dehidrasi dan gangguan elektrolit.

 

Begini Cara Menyimpan ASI Agar Tidak Basi

botol asi

Pada dasarnya, ASI bisa basi karena cara penyimpanannya tidak benar atau sudah disimpan terlalu lama. Untuk menghindari kejadian seperti itu, ketahui cara menyimpan ASI agar tidak basi berikut:

  • Simpan dalam Wadah Kecil dan Beri Label Tanggal

Sebaiknya Mamsi menyimpan ASI yang baru diperah dalam wadah kecil. Dengan begitu, setiap ASIP yang diberikan kepada si Kecil dapat langsung dihabiskan dan tidak ada yang tersisa di wadah.

Selain itu, setiap baru memerah ASI, beri label tanggal pada tiap wadahnya. Pelabelan ini akan mempermudah Mamsi dalam memilih ASIP yang akan diberikan terlebih dulu kepada bayi. Mamsi juga jadi tahu bila ada ASI yang masa simpannya sudah terlalu lama dan kemungkinan sudah basi.

  • Simpan di Wadah Steril dan Tertutup

Menyimpan ASIP tidak bisa di sembarang wadah lho, Mam. Gunakan wadah yang terbuat dari kaca yang dapat ditutup rapat atau kantong plastik khusus untuk menyimpan ASI.

Hindari menyimpan ASI di sembarang wadah, misalnya yang berbahan plastik bukan untuk menyimpan ASI karena tidak menjamin ASI bisa awet.

Agar ASI tidak cepat basi, pastikan wadah penyimpanannya sudah dibersihkan, dalam kondisi steril, dan dapat ditutup rapat. Bila salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak dipenuhi, maka ASI bisa cepat basi.

  • Simpan ASI di Kulkas Khusus ASI

Sebenarnya, cara menyimpan ASI agar tidak basi adalah menaruhnya di kulkas khusus untuk menyimpan ASI. Dengan begitu, kulkas tidak akan banyak dibuka kecuali untuk menaruh atau mengambil ASI. Suhu kulkas pun akan terjaga stabil sehingga kualitas ASI dapat terjaga lebih lama.

  • Jika Disimpan di Kulkas, ASI Bisa Tahan hingga 4 Hari

Jika di rumah tidak ada kulkas khusus untuk menyimpan ASI, Mamsi bisa menyimpan ASIP di kulkas biasa. Umumnya, ASIP yang disimpan di kulkas (bagian tengah, bukan di bagian dalam pintu kulkas) bisa bertahan hingga 4 hari. Lebih dari itu, kualitas ASI sudah menurun dan bukan tidak mungkin sudah basi.

  • Jika Disimpan di Freezer, ASI Bisa Tahan Hingga 6–12 Bulan

Jika kulkas di rumah dilengkapi freezer, sebaiknya simpan ASIP di freezer. Penyimpanan ini bisa membuat ASI bertahan hingga 6–12 bulan. Sekali lagi, simpan ASI di bagian tengah freezer ya, karena suhunya lebih dingin dan lebih stabil ketimbang di bagian depan atau bagian dalam pintu freezer.

Sebelum ASIP dibekukan atau disimpan dalam freezer, simpan dulu di kulkas biasa agar ASIP tidak mengalami perubahan suhu yang drastis. Setelah suhu ASIP sesuai dengan suhu kulkas, pindahkan ke freezer.

Begitu juga bila Mamsi ingin menggunakan ASIP beku untuk esok hari. Pada malam sebelumnya, pindahkan ASIP ke kulkas biasa agar suhunya berubah secara bertahap.

  • Jangan Menyimpan ASI yang Sudah Dicairkan Jika ASI Sebelumnya Tidak Habis Diminum

ASIP yang sudah dicairkan tidak boleh disimpan atau dibekukan kembali, kecuali masih ada sekitar 50 persen titik beku.

Ini sebabnya, Mamsi disarankan menyimpan ASI dalam wadah kecil agar setiap dicairkan dapat langsung dihabiskan oleh bayi. Bila ASI yang sudah dicairkan masih bersisa, tetapi bayi sudah kenyang, sebaiknya sisanya dibuang saja. Jangan disimpan untuk diberikan kembali ke bayi, ya.

Mamsi juga perlu mengetahui bahwa ASIP beku yang sudah dicairkan dan dihangatkan hanya bisa bertahan paling lama 4 jam. Lebih dari itu, kualitasnya sudah menurun.

 

Cara Memerah ASI yang Tepat agar Tidak Cepat Basi

 

botol pompa asiSelain mempraktikkan berbagai cara menyimpan ASI agar tidak basi, Mamsi juga dapat menjaga kualitas ASI dengan memperhatikan cara memerah ASI yang tepat. Jika proses memerah ASI tidak tepat, bisa saja ASI basi berapa jam setelah diperah.

Berikut panduan memerah ASI yang perlu Mamsi perhatikan.

  • -  Cuci tangan hingga bersih setiap hendak memerah ASI. Bila tangan Mamsi tidak bersih, terdapat risiko kuman dari tangan akan pindah ke ASI dan membuat ASI cepat basi.
  • -  Jika tidak tersedia air mengalir, bersihkan tangan Mamsi menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60% alkohol.
  • -  Pastikan alat pompa ASI sudah dalam kondisi bersih saat hendak digunakan.

Kini Mamsi sudah mengetahui berbagai cara menyimpan ASI agar tidak basi. Selain itu, setiap akan menyimpan ASI perah di freezer, pastikan kondisinya masih baik, ya. Periksa kembali warna, tekstur, dan bau ASI. Jangan sampai Mamsi menyimpan ASI yang sebenarnya sudah “rusak” selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Dengan mengetahui ciri-ciri ASI basi, Mamsi dapat lebih berhati-hati dalam menyimpan ASI dan si Kecil pun terhindar dari risiko keracunan makanan.

Asimor ASI Booster Pelancar ASI




Follow Us
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Follow Herba ASIMOR
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
^M

Copyright © Herba Asimor Owned by PT. Dexa Medica

^M
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Tanya ASIMOR