Pola makan dan asuh yang benar penting sebagai upaya mencegah stunting pada anak. Menyusui juga menjadi solusi paling efektif cegah stunting. Lancarkan produksi ASI dengan HerbaASIMOR dua kali sehari.
Mamsi, percaya kan kalau masa depan bangsa ini ada di tangan anak-anak kita kelak? Hanya saja, bagaimana mungkin kita bisa menjadi bangsa yang besar dan disegani di antara negara dunia manakala stunting atau gagal tumbuh masih membayang-bayangi anak-anak kita.
PricewaterhouseCoopers (PWC), sebuah perusahaan internasional penyedia jasa audit dan perpajakan memperkirakan, Indonesia akan masuk dalam lima besar negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2030. Bahkan menurutnya, pada 2050 Indonesia akan berada di peringkat empat negara dengan ekonomi terbesar.
PWC menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang stabil. Selain itu, populasi penduduk Indonesia yang besar justru menjadi nilai tambah. Diperkirakan pada 2030, sebanyak 70% penduduk Indonesia berusia 15 sampai 64 tahun atau artinya dalam usia produktif. Bonus demografi ini diyakini bakal menjadi penggerak perekonomian nasional.
Masalahnya kemudian, bonus demografi tidak berarti apa-apa jika persentase anak-anak yang mengalami stunting atau gagal tumbuh masih besar.
Kementerian Kesehatan pada 2021 melakukan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Hasilnya, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 mencapai 24,4%. Angka ini memang turun 6,4% dari tahun 2018 yang sebesar 30,8%. Hanya saja, angka ini masih di atas batas yang diberikan Badan Kesehatan Dunia atau WHO yakni sebesar 20%.
Oleh karena itu pemerintah menargetkan pada 2024 prevalensi angka stunting di Tanah Air bisa turun sampai 14%.
Kementerian Keuangan pun sudah mengalokasikan anggaran untuk menurunkan stunting sebesar Rp44,8 triliun pada 2022. Selain juga, pemerintah memasukkan penurunan stunting sebagai program prioritas nasional.
Walau begitu, kita tentu tidak bisa menggantungkan nasib pada pemerintah. Apalagi ini menyangkut kesehatan anak-anak kita sendiri. Maka langkah terbaik mencegah generasi gagal tumbuh dimulai dari keluarga yang sehat. Keluarga yang menerapkan pola asuh dan pola makan terbaik bagi anak-anaknya.
Sebenarnya, ASIMOR sudah seringkali membahas soal apa itu stunting, penyebab, dan bagaimana mencegahnya. Tapi untuk hal baik, informasi harus terus digaungkan bukan?
Stunting adalah gagal tumbuh pada anak yang mengalami kekurangan gizi kronis. Penyebab stunting karena anak kurang mendapat asupan gizi dalam waktu lama. Kondisi ini bukan masalah genetik, melainkan murni karena pola makan dan asuh yang keliru, dan kurangnya asupan nutrisi sejak bayi dalam kandungan.
Adapun ciri anak yang mengalami stunting antara lain:
Kementerian Kesehatan menjelaskan, setidaknya ada tiga hal utama untuk mencegah lahirnya generasi stunting yakni pola asuh, pola makan, dan perbaikan sanitasi. Yuk kita ulas satu-persatu.
Mamsi harus mengetahui pola asuh cegah stunting yang benar, antara lain:
Pola makan ini tak hanya untuk bayi, melainkan juga untuk ibu sejak mengandung. Adapun pola makan yang benar untuk cegah stunting adalah:
pastikan mengonsumsi cukup karbohidrat, lemak, dan protein. Selain juga mengonsumsi makanan dan minuman kaya vitamin dan mineral. Misalnya telur, daging, ikan, makanan laut, susu, keju, buah dan sayur, dan biji-bijian serta kacang-kacangan.
Setelah melahirkan, mamsi juga wajib mengonsumsi sayur dan ikan-ikanan yang bagus untuk melancarkan produksi ASI. Yang sudah diketahui turun-temurun tentu saja daun kelor. Ikan gabus dan daun torbangun juga ternyata bagus untuk melancarkan ASI.
Tapi tenang mamsi, mencari daun torbangun dan ikan gabus belum tentu mudah. Karena itu mamsi bisa mengonsumsi suplemen booster ASI, HerbaASIMOR. Kandungan ekstrak daun kelor, daun torbangun, dan ikan gabusnya praktis dan efektif melancarkan ASI. Untuk hasil maksimal, konsumsi HerbaASIMOR dua kali sehari.
Adapun pola makan bayi yang ideal menurut usianya adalah:
Pastikan akses air bersih terpenuhi. Lalu biasakan pola hidup sehat dan bersih. Cara paling sederhana misalnya dengan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.
Inisiasi Menyusu Dini atau IMD dan pemberian ASI eksklusif menjadi cara paling efektif untuk mencegah stunting. ASI yang kaya kandungan gizi dan nutrisi bisa membantu bayi melawan infeksi dan menghindari bayi dari penyakit seperti asma, obesitas, atau diabetes.
Menyusui buat sebagian besar mamsi memang bukan pekerjaan mudah. Apalagi lancar tidaknya ASI bergantung pada berbagai faktor, mulai dari asupan makanan sampai faktor psikis. Tak apa mamsi, hadapi saja, terpenting usahanya, soal hasil pikirkan belakangan. Berikut ini ada beberapa tips bagi mamsi yang ingin melancarkan produksi ASI.
Mamsi, tetap semangat ya. Mari mengupayakan yang terbaik untuk menghasilkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting. Caranya dengan menerapkan pola asuh dan pola makan yang benar.
Bagi ibu menyusui, selain menjaga asupan makanan kaya nutrisi, amat disarankan untuk mengonsumsi suplemen pendorong ASI, HerbaASIMOR. Suplemen ini bukan obat sehingga tanpa efek samping. Untuk hasil terbaik konsumsi dua kali dalam sehari.
Sumber referensi: