100% 100% ASI by Herba ASIMOR
Asimor Produk Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Mamsi Punya masalah dalam menyusui?
  • Asi kurang lancar atau
  • Yang keluar ga banyak?
YUK, CHAT kami & temukan solusinya




Panduan Lengkap Bagi Mamsi yang Ingin Kembali Menyusui

Admin | Jun 10 2022
Share Facebook Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI Share Twitter Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI


Facebook Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Twitter Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Feature Image Panduan Lengkap Bagi Mamsi yang Ingin Kembali Menyusui Asimor ASI Booster Pelancar ASI

Relaktasi, alias kembali mengASIhi setelah sempat berhenti tentu tak mudah bagi banyak mamsi. Nggak cuma perlu asupan nutrisi terbaik, tapi juga kesiapan mental. So, ikuti panduan berikut.

Ada banyak alasan mengapa seorang ibu berhenti mengASIhi. Pertama, kurang tidur dan tekanan harus menyusui, kerap membuat ibu menjadi lelah dan memicu stres. Ini biasa terjadi khususnya pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Akibatnya produksi ASI menurun.

Kedua, kurang dukungan keluarga atau komunitas sesama ibu menyusui. Misalnya saja, suami enggan menemani saat ibu harus terjaga tengah malam demi menyusui. Atau si ibu tidak memiliki kawan atau komunitas sesama pejuang ASI. Padahal kehadiran mereka penting sebagai penyemangat.

Ketiga, si ibu harus kembali bekerja setelah cuti. Aktivitas pekerjaan yang padat membuat mamsi tidak sempat memompa ASI. Bisa jadi juga mamsi keburu kelelahan karena harus mengurus keluarga dan pekerjaan.

Alasan terakhir, si ibu memang memilih untuk tidak menyusui. Eits, untuk yang satu ini dilarang nyinyir ya mamsi. Karena setiap kita berhak menentukan pilihan dan membuat keputusan apapun. Termasuk memilih tidak menyusui.

Sebenarnya masih banyak alasan lain mengapa seorang ibu berhenti menyusui. Entah karena masalah kesehatan, sampai soal kesiapan mental. Rasanya wajar saja ya, karena menyusui memang bukan pekerjaan mudah. Apalagi setiap kita menghadapi kesulitan dan situasi yang berbeda-beda.

Tapi kabar baiknya, selalu ada kesempatan kedua untuk apapun. Termasuk bagi mamsi yang siap kembali mengASIhi. Langkah ini disebut relaktasi, atau upaya kembali menyusui setelah sempat berhenti.

Faktor Pendukung Keberhasilan Relaktasi

Sebelum kembali menyusui, mamsi mesti ingat dulu bahwa proses relaktasi ini bisa jadi tidak mudah. Karena proses ini menuntut kesabaran, ketekunan, kerja keras, dan tekad kuat.

Selain itu, penting juga untuk menyiapkan hati atas kemungkinan gagal. Maka dari itu ada baiknya mamsi memasang ekspektasi yang realistis. Harapannya supaya tidak terlalu kecewa jika yang terjadi tak sesuai harapan.

Jangan lupa juga untuk mengomunikasikan rencana relaktasi ke suami, keluarga, kawan terdekat, atau support system lain supaya mamsi dapat dukungan moril optimal.

Lalu apa saja sih faktor yang membuat upaya relaktasi berhasil?

  1. Keberhasilan menyusui kembali relatif tinggi pada Ibu yang memiliki bayi berusia 3 sampai 4 bulan. Artinya, semakin muda usia bayi, semakin memudahkan upaya relaktasi.
  2. Ketersediaan waktu. Karena menyusui dan memompa tidak bisa diburu waktu, mamsi harus menyediakan waktu supaya lebih rileks.
  3. Niat dan semangat. Mengingat proses ini tidak mudah, maka perlu niat dan semangat penuh.
  4. Dapatkan sebanyak mungkin dukungan dari keluarga, teman, komunitas, dan lainnya supaya mamsi tidak mudah menyerah.
  5. Cari tahu lebih banyak tentang relaktasi. Entah dari artikel-artikel daring, atau belajar dari pengalaman mamsi lain.

Terpenting dari semuanya, jangan memaksakan diri ya. Jika memang segala cara sudah dilakukan dan belum berhasil, berhenti sejenak. Mamsi wajib memberi ruang dan menghargai perasaan diri sendiri ya.

Memulai Relaktasi

Mamsi, seperti penjelasan di atas bahwa salah satu faktor pendukung keberhasilan relaktasi ialah ekspektasi yang realistis. Oleh karena itu, ketika menyusui kembali jangan berharap produksi ASI langsung berlimpah. Karena bisa jadi ASI yang keluar hanya setetes, bahkan tidak sama sekali.

Tak perlu keburu bersedih. Tenang dan tetaplah menyusui. Lalu rajin-rajinlah memberi pijatan atau memompa payudara. Biasanya, dalam waktu satu minggu akan terjadi perubahan. Itu kenapa perlu niat dan semangat, supaya mamsi sabar menjalani prosesnya.

Namun yang jelas, keberhasilan relaktasi ini tidak bergantung pada kondisi si ibu saja, melainkan juga bayinya. Pasalnya, setelah sempat berhenti menyusu, bayi memerlukan waktu untuk beradaptasi dan mulai menyusu ASI kembali.

Kebanyakan bayi tidak bisa langsung respons menyusu dari puting ibunya. Maklum saja selama beberapa lama mereka sudah terbiasa menikmati dot dari botol susu.

Berapa lama proses relaktasi?

Sebenarnya tidak ada ketentuan pasti berapa lama proses relaktasi berlangsung sampai berhasil. Karena kondisi tubuh dan psikis setiap ibu tentu berbeda. Namun biasanya, proses relaktasi kelihatan hasilnya dalam waktu dua minggu sampai satu bulan.

Memang, beberapa ahli mengatakan, semakin lama durasi berhenti menyusui maka akan semakin lama pula waktu yang diperlukan sampai ASI lancar kembali.

Nah, karena kondisi ibunya berbeda-beda, maka hasil relaktasinya juga tidak sama ya mamsi. Ada ibu yang berhasil sampai bisa memberi asupan ASI secara penuh. Ada pula yang hanya berhasil memenuhi sebagian kebutuhan ASI bayinya. Tidak masalah ya, toh hidup bukan perlombaan.

 

Tips agar relaktasi berhasil

Mamsi, untuk memperbesar peluang keberhasilan relaktasi, yuk coba lakukan sejumlah langkah berikut.

1. Menyusui atau pompa

Biarkan bayi menyusu sesering yang mereka mau. Lalu pastikan bayi menempel dengan area puting dan mengisap dengan baik.

Namun jika bayi masih enggan menyusu, secara kontinu tetap pompa ASI atau lakukan pemijatan. Mamsi bisa memompa atau memijat payudara setidaknya delapan sampai 12 kali per hari selama 20 sampai 30 menit. Atau setiap dua atau tiga jam sekali pada siang hari, dan dua kali pada malam hari.

Semakin sering melakukan pompa atau pemijatan atau semakin sering bayi mengisap, akan semakin cepat pula suplai ASI bertambah.

2. Kontak skin to skin

Perbanyak interaksi skin to skin, atau bersentuhan kulit dengan bayi. Cara ini konon bermanfaat untuk meningkatkan kadar prolaktin dan produksi ASI. Sedangkan bagi bayi, kontak kulit dengan ibu akan merangsang refleks makan alaminya.

3. Konsultasi dengan ahli

Jika memang diperlukan, mamsi bisa menemui spesialis atau dokter untuk berkonsultasi. Apalagi jika setelah satu bulan mencoba relaktasi belum mendapati hasil maksimal. Tentu saja saran dari ahli akan membantu mamsi menemukan sumber masalah sekaligus solusinya.

4. Pastikan bayi tetap dapat asupan makan

Bayi yang lapar tapi mendapati payudara kosong akan merasa merasa frustasi. Apalagi untuk menyusu bayi butuh tenaga makanya ia tidak boleh kelaparan. Jadi tak masalah memberikan susu tambahan sembari mamsi berupaya meningkatkan produksi ASI.

5. Konsumsi ASI booster

ASI booster seperti ASIMOR sangat bagus untuk mendorong produksi ASI. Apalagi ASI booster ini bukan obat, sehingga tidak memiliki efek samping atau membahayakan bayi.

ASI booster ASIMOR berbahan dasar daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus yang kaya manfaat untuk menambah produksi ASI. Gabungan ketiga bahan tersebut menghasilkan galactogogue yang bagus sebagai stimulan ASI. Sedangkan ekstrak ikan gabus merupakan sumber nutrisi penting bagi pertumbuhan anak.

Mamsi sebaiknya mengonsumsi ASIMOR secara rutin dua kali dalam sehari untuk hasil yang lebih maksimal.

Perlu dukungan

Kesimpulannya, relaktasi sangat mungkin dilakukan dan bisa berhasil. Hanya saja memang, kebanyakan cerita keberhasilan relaktasi datang dari ibu yang termotivasi dan berada di lingkungan yang sangat mendukung.

Bahkan menurut Badan Kesehatan Dunia alias WHO, usia atau pengalaman menyusui tak terlalu penting dalam keberhasilan relaktasi.

So mamsi yang tengah berjuang mengASIhi kembali, yuk minta dukungan orang terdekatmu. Ciptakan suasanya yang nyaman dan rileks tak hanya bagi mamsi tapi juga untuk bayinya. Pastikan kebutuhan nutrisi tercukupi, dan kondisikan suasana hati selalu berseri. Semangat berjuang mamsi.

 

Referensi:

  1. https://www.haibunda.com/menyusui/20220101114315-54-263549/5-penyebab-paling-banyak-mengapa-para-bunda-memutuskan-berhenti-menyusui/2
  2. https://www.healthline.com/health/relactation#tips-for-inducing
  3. https://breastfeeding.support/tips-for-relactation/

 

 

ARTIKEL TERKAIT


Asimor ASI Booster Pelancar ASI




Follow Us
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Follow Herba ASIMOR
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI

Copyright © Herba Asimor Owned by PT. Dexa Medica

Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Tanya ASIMOR