Mamsi mungkin bertanya-tanya, memangnya ada ya pantangan makanan untuk ibu menyusui? Ternyata ada, Mamsi.
Sama seperti saat hamil, selama masa menyusui pun Mamsi harus memerhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Sebab apa pun yang Mamsi makan bisa memengaruhi kualitas maupun rasa ASI Mamsi.
Bagi bayi baru lahir, ASI merupakan asupan utama yang dapat mendukung pertumbuhannya. Di dalam ASI terdapat berbagai kandungan gizi yang lengkap dan diperlukan oleh si Kecil.
Oleh karena itu, Mamsi didorong untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi selama enam bulan pertama usianya. Setelah itu, Mamsi dapat terus menyusui Si Kecil sambil memberikan makanan pendamping ASI.
Agar kualitas ASI bagus, Mamsi perlu mengonsumsi makanan bergizi tinggi. Pastikan dalam menu makan harian Mamsi terdapat kombinasi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Contoh makanan yang baik dikonsumsi oleh ibu menyusui: alpukat, sayuran hijau, polong-polongan, jamur, dan daging.
Selain mengonsumsi makanan bergizi tinggi, Mamsi juga dianjurkan untuk menghindari jenis makanan dan minuman tertentu karena dapat memengaruhi kualitas maupun rasa ASI.
Berikut yang termasuk pantangan makanan dan minuman untuk ibu menyusui.

Makanan olahan adalah makanan yang melalui berbagai proses pengolahan, seperti pemanasan, pengeringan, pengalengan, pembekuan, pengemasan, dan sebagainya. Produk makanan olahan biasanya berbeda dari bentuk dan rasa bahan aslinya. Selain itu, makanan olahan biasanya ditambahi pengawet agar dapat bertahan lebih lama dan praktis untuk dikonsumsi.
Selain mengandung bahan pengawet, makanan olahan juga umumnya tinggi kalori, lemak tidak sehat, garam, dan gula. Di sisi lain, makanan olahan cenderung rendah serat, vitamin, dan mineral.
Oleh karena itu, konsumsi makanan olahan perlu dibatasi. Khusus bagi ibu menyusui, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan jenis ini karena tidak membantu mencukupi kebutuhan gizinya.
Contoh makanan olahan: sosis, kornet, bakso, mie instan, makanan yang disimpan dalam kaleng, roti, kue, biskuit, dan lain-lain.

Makan pedas saat menyusui sebenarnya boleh-boleh saja, kok Mam. Mengonsumsi makanan pedas saat menyusui tetap aman asal makanan pedas yang Mamsi konsumsi masih dalam jumlah yang normal atau tidak terlalu banyak.
Konsumsi makanan pedas yang berlebihan bisa memengaruhi rasa ASI dan menimbulkan ketidaknyamanan pada si Kecil. Bila bayi tidak suka perubahan rasa pada ASI, ia bisa jadi enggan menyusu lho, Mam. Selain itu, rasa pedas pada ASI juga bisa menyebabkan efek tertentu pada bayi, seperti kolik, kembung, atau diare. Maka dari itu, hindari mengonsumsi makanan pedas jika si Kecil sudah merasa tak nyaman ya, Mam.

Sebenarnya, ikan merupakan sumber asam lemak omega 3 yang penting untuk mendukung pertumbuhan otak bayi. Namun, beberapa jenis ikan diketahui memiliki kandungan merkuri yang tinggi sehingga tidak baik untuk dikonsumsi.
Merkuri (Hg) adalah logam berat yang terdapat di tanah, air, dan udara. Merkuri juga ada di limbah pabrik yang mencemari laut. Kandungan merkuri yang mencemari laut inilah yang kemudian mengendap di tubuh hewan laut, termasuk ikan dan kerang yang dikonsumsi manusia.
Paparan logam merkuri yang berasal dari ikan, dapat membuat bayi berisiko mengalami gangguan bicara dan penglihatan. Merkuri yang menumpuk dalam tubuh bayi juga dapat merusak sistem saraf dan fungsi otak bayi.
Berbagai lembaga kesehatan telah menandai jenis-jenis ikan yang dicurigai membawa merkuri di dalam tubuhnya, yaitu ikan todak, marlin, tuna, tilefish, king mackerel, dan hiu. Hindari mengonsumsi ikan dengan merkuri tinggi yang menjadi pantangan makanan untuk ibu menyusui tersebut dan pilih ikan lain yang lebih aman, seperti salmon, lele, trot, nila, teri.

Pada sebagian bayi, susu sapi dapat memicu reaksi alergi. Namun, hal itu hanya bisa dipastikan setelah Mamsi mengonsumsi susu sapi atau produk olahan susu.
Bila setelahnya si Kecil menunjukkan gejala alergi seperti kulit gatal, ruam kulit, batuk, mengi, sembelit, muntah, hingga perubahan warna feses, Mamsi perlu segera stop mengonsumsi susu sapi dan produk olahan susu sapi.
Sebagai alternatif susu sapi, Mamsi dapat minum susu dari kacang-kacangan, seperti almond atau kedelai.

Menghindari minuman berkafein mungkin terasa sulit bagi banyak Mamsi yang gemar minum kopi, teh, atau cokelat. Namun, demi kebaikan bayi, sebaiknya Mamsi membatasi dulu kebiasaan minum minuman berkafein.
Minuman berkafein termasuk dalam kelompok minuman yang dilarang untuk ibu menyusui karena kafein yang terserap di ASI dapat membuat bayi rewel dan mengganggu pola tidurnya. Tubuh bayi tidak dapat memproses kafein secepat orang dewasa. Selain itu, konsumsi kafein pada bayi juga berisiko menimbulkan kolik.
Selama masih menyusui, Mamsi dapat mengonsumsi minuman berkafein tidak lebih dari 300 mg atau maksimal 2 cangkir per hari. Tetapi, jika si Kecil memperlihatkan tanda-tanda susah tidur atau tidurnya tidak nyenyak, ada baiknya Mamsi stop dulu mengonsumsi kopi atau teh.

Mamsi yang menyukai minuman beralkohol seperti wine, misalnya, sebaiknya menghentikan kebiasaan ini saat sedang hamil dan menyusui.
Minuman yang mengandung alkohol termasuk minuman yang dilarang untuk ibu menyusui. Alasannya, konsumsi alkohol dapat menurunkan produksi ASI Mamsi dan dapat masuk ke ASI yang dikonsumsi bayi.
Bila ASI yang diminum bayi mengandung alkohol, ia akan merasakan efek tertentu, seperti pola tidurnya terganggu dan kemungkinan perkembangan kognitifnya terhambat.
Ternyata banyak juga ya, pantangan makanan untuk ibu menyusui. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi makanan dan minuman selama menyusui ya, Mamsi!
References: