100% 100% ASI by Herba ASIMOR
Asimor Produk Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Mamsi Punya masalah dalam menyusui?
  • Asi kurang lancar atau
  • Yang keluar ga banyak?
YUK, CHAT kami & temukan solusinya




Tahapan dan Manfaat Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Admin | Mar 03 2021
Share Facebook Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI Share Twitter Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI


Facebook Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Twitter Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Feature Image Tahapan dan Manfaat Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Asimor ASI Booster Pelancar ASI

Kegiatan bayi menyusu dimulai sesaat setelah ia dilahirkan. Proses ini disebut Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD wajib dilakukan antara 30 menit sampai 1 jam pascapersalinan. Dalam IMD, bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya tanpa bantuan siapa pun.

 

Manfaat Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

inisiasi menyusui dini

Pelaksanaan IMD bukan hanya bertujuan “melatih” bayi menyusu, melainkan menyimpan manfaat yang jauh lebih besar dari itu, baik bagi bayi maupun bagi Mamsi. Berikut berbagai manfaat IMD bagi Mamsi dan bayi:

1.  Meningkatkan Kesempatan Bayi Mendapatkan Kolostrum

Kolostrum adalah cairan pertama yang keluar dari payudara Mamsi setelah bayi lahir. Kolostrum berwarna kuning dan memiliki tekstur lebih kental dari ASI biasanya. Kolostrum sangat berharga karena kaya nutrisi dan dapat membantu melindungi bayi dari penyakit.

2.  Meningkatkan Peluang Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif

Penelitian membuktikan, ibu yang melakukan IMD cenderung lebih berhasil memberikan ASI eksklusif dan menyusui bayinya lebih lama. Mamsi yang melakukan IMD memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayi setidaknya selama 4 bulan.

Proses IMD juga dapat meningkatkan pelepasan hormon prolaktin dalam tubuh Mamsi. Prolaktin adalah hormon yang berfungsi menstimulasi kelenjar susu dalam memproduksi ASI. Selain keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif, IMD juga menjaga kelancaran ASI Mamsi.

3.  Memperkuat Bonding antara Mamsi dan Bayi

Banyak penelitian menunjukkan, kulit bayi yang bersentuhan langsung dengan kulit ibunya segera setelah bayi lahir (skin-to-skin) dapat menciptakan bonding atau ikatan emosi lebih dalam antara ibu dan bayi. Bahkan, proses skin-to-skin juga disebut efektif untuk menenangkan bayi yang sakit dan membuat Mamsi lebih nyaman.

4.  Mengurangi Perdarahan Pascapersalinan

Proses IMD dapat membantu mengurangi perdarahan pascapersalinan, loh. Manfaat IMD dalam pascapersalinan ini juga telah dibuktikan banyak penelitian.

Saat mencari puting untuk pertama kalinya, bayi merangkak di atas perut atau dada Mamsi. Proses tersebut berdampak positif bagi Mamsi karena bayi akan menekan plasenta dan rahim. Tekanan dari gerakan bayi dapat membuat perdarahan berhenti.

5.  Mengurangi Angka Kematian Bayi

Ya, IMD juga berkontribusi dalam menurunkan angka kematian bayi baru lahir. Berdasarkan studi yang dilakukan Karen Edmond dan rekan-rekannya, komponen imun dan non-imun dalam ASI dapat mempercepat proses pematangan usus, meningkatkan resistensi terhadap infeksi, dan memulihkan jaringan di permukaan tubuh terhadap infeksi.

Bayi yang mendapat kandungan komponen imun dan non-imun itu segera setelah lahir memiliki risiko lebih rendah terhadap kematian akibat penyakit yang disebabkan infeksi.

 

Memahami Tahapan  Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

inisiasi menyusui dini

Dalam melakukan IMD, Mamsi akan dibantu bidan dan dokter. Namun, Mamsi juga perlu mengetahui bagaimana tahapannya agar dapat menjalani proses IMD dengan lancar.

Berikut tahapan IMD yang dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

  1. Segera setelah bayi lahir dan tali pusatnya dipotong dan diikat, bayi diletakkan di atas Mamsi. Pada persalinan normal, bayi diletakkan di atas perut Mamsi. Bagi Mamsi yang menjalani persalinan melalui operasi caesar, bayi diletakkan di atas dada Mamsi. Kepala bayi diposisikan menghadap ke arah kepala Mamsi.
  2. Bidan atau perawat kemudian mengeringkan seluruh tubuh bayi, kecuali kedua tangannya. Bau cairan amnion atau air ketuban pada tangan bayi akan membantunya mencari puting Mamsi yang memiliki bau serupa. Maka itu, bagian dada Mamsi juga tidak boleh dibersihkan. Verniks (lapisan lemak) yang menyelimuti tubuh bayi juga tidak perlu dibersihkan karena dapat berfungsi sebagai penahan panas.
  3. Pada awalnya, bayi bisa jadi hanya diam dan belum menyusu. Namun, Mamsi tidak perlu khawatir karena bayi masih beradaptasi dengan lingkungan barunya. Biarkan saja bayi tengkurap di atas badan Mamsi.
  4. Bila ruang bersalin dirasa terlalu dingin, Mamsi bisa memakai selimut untuk menutupi diri Mamsi dan bayi. Tak perlu takut bayi kedinginan karena kulit Mamsi sudah dapat memberikan kehangatan.
  5. Setelah 12-44 menit, bayi mulai bergerak dengan menggerakkan kaki, bahu, dan lengannya. Stimulasi ini dapat membantu rahim Mamsi berkontraksi.
  6. Meski kemampuan melihat bayi masih terbatas, namun, ia dapat melihat puting payudara Mamsi yang berwarna lebih gelap dan akan bergerak menuju ke sana. Bayi akan membentur-benturkan kepalanya ke dada Mamsi. Tindakan bayi ini menjadi stimulasi yang menyerupai pijatan pada payudara Mamsi dan membantu mengatasi masalah menyusui, seperti lecet pada puting, payudara keras, atau payudara membengkak.
  7. Mengandalkan indera penciumannya dan dipandu bau pada kedua tangannya, bayi pun dapat mencapai puting. Selanjutnya, bayi akan mengangkat kepalanya, mulai mengulum puting, dan akhirnya menyusu. Proses ini berlangsung antara 27–71 menit.
  8. Proses bayi menyusu pertama akan berlangsung sebentar, yakni sekitar 15 menit. Setelah selesai, bisa saja bayi tidak ingin menyusu lagi selama 2–2,5 jam berikutnya. Saat menyusu, bayi belajar mengoordinasikan gerakan mengisap, menelan, dan bernapas.
  9. Setelah proses IMD selesai, barulah tindakan asuhan keperawatan lainnya dilakukan. Di antaranya, menimbang, pemeriksaan antropometri, penyuntikan vitamin K1, dan mengoleskan salep pada mata bayi.
  10. Tunda memandikan bayi minimal 6 jam setelah waktu kelahirannya.
  11. Pascapersalinan, sebaiknya lakukan rooming-in atau rawat gabung agar bayi tetap berada dalam jangkauan Mamsi. Dengan begitu, bayi dapat menyusu kapan pun ia minta.

Melihat banyaknya manfaat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) bagi Mamsi dan bayi, jangan sampai Mamsi yang saat ini sedang hamil nanti melewatkannya, ya. Lengkapi wawasan Mamsi dengan informasi yang tepat mengenai IMD agar proses IMD dan menyusui bayi dapat berjalan dengan sukses.

Mamsi bisa mempersiapkan proses IMD sejak sebelum kelahiran bayi sebagai upaya #KawalAwal untuk si Kecil, dengan mengonsumsi makanan bergizi yang dapat memperlancar produksi ASI.

Berikan manfaat optimal IMD sebagai bagian #KawalAwal pertumbuhan si Kecil bersama suplemen pelancar ASI Herba ASIMOR yang mulai bisa dikonsumi sejak minggu ke 36-38 kehamilan. Dalam satu kaplet Herba ASIMOR mengandung daun torbangun dan daun katuk yang dipercaya dapat melancarkan dan meningkatkan volume serta kualitas ASI.

Selain itu, Herba ASIMOR juga mengandung Striatin yang biasa terdapat dalam ikan gabus. Striatin sangat dibutuhkan dalam pemulihan luka pascapersalinan, baik Caesar maupun normal.

Mengonsumsi Herba ASIMOR juga lebih praktis bagi Mamsi untuk mendapatkan asupan pelancar ASI. Mamsi pun bisa lebih optimal dalam mengASIhi si Kecil dan melancarkan proses IMD.

Asimor ASI Booster Pelancar ASI




Follow Us
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Follow Herba ASIMOR
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
^M

Copyright © Herba Asimor Owned by PT. Dexa Medica

^M
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Tanya ASIMOR