100% 100% ASI by Herba ASIMOR
Asimor Produk Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Mamsi Punya masalah dalam menyusui?
  • Asi kurang lancar atau
  • Yang keluar ga banyak?
YUK, CHAT kami & temukan solusinya




Tips Belanja Hemat Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Admin | Mar 03 2021
Share Facebook Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI Share Twitter Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI


Facebook Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Twitter Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Feature Image Tips Belanja Hemat Perlengkapan Bayi Baru Lahir Asimor ASI Booster Pelancar ASI

Kehamilan pertama memang membuat banyak orangtua menanti dengan antusias dan antisipasi tinggi. Ini bisa mendorong Mamsi dan Papsi membeli banyak perlengkapan untuk buah hati setelah lahir.

Namun, beberapa perlengkapan bayi baru lahir ternyata banyak yang kemudian jarang terpakai. Mengingat ini berhubungan erat dengan pengeluaran, yuk temukan tips belanja hemat dan hindari membeli perlengkapan berikut secara berlebihan.

 

Cara Hemat Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Keinginan untuk memberikan perlengkapan bayi baru lahir yang terbaik untuk si Kecil tercinta terkadang bisa membutakan mata Mamsi dan Papsi; dalam artian mau merogoh kocek berapa pun untuk mendapatkan perlengkapan yang dianggap paling baik. Apalagi sudah bukan rahasia jika harga perlengkapan bayi baru lahir tidaklah murah. Bisa dibayangkan bukan betapa banyaknya dana yang harus dikeluarkan?

Memang, banyak orang tua yang telah menyiapkan terlebih dahulu dana yang cukup besar untuk keperluan si Kecil, tetapi bukan berarti dana tersebut bisa dihabiskan begitu saja. Perlu diingat bahwa di samping perlengkapan dan peralatan bayi baru lahir, ada berbagai hal yang juga dibutuhkan si Kecil lho, seperti perawatan kesehatan dan mainan.

Tentunya, akan lebih bijak jika Mamsi dan Papsi bisa berhemat dalam berbelanja sehingga pengaturan dana untuk si Kecil bisa dilakukan dengan lebih baik lagi. Berikut beberapa tips dan cara hemat belanja perlengkapan bayi baru lahir agar Mamsi bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan.

1.  Buat Skala Prioritas

perlengkapan bayi

Ketika memikirkan tentang apa saja perlengkapan bayi baru lahir, pastinya ada banyak hal yang beterbangan di pikiran Mamsi dan Papsi. Mulai dari hal-hal besar seperti tempat tidur bayi hingga hal-hal kecil dan pernak-pernik lainnya, semua sepertinya perlu untuk dibeli demi kenyamanan si Kecil.

Namun, semua yang ingin dibeli belum tentu adalah yang dibutuhkan si Kecil. Mamsi dan Papsi perlu segera membuat skala prioritas untuk memperjelas mana perlengkapan bayi yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang sebenarnya hanya bersifat pelengkap atau sekadar keinginan saja.

Selain itu, skala prioritas berbicara tentang kapan perlengkapan bayi tersebut dibutuhkan. Ada beberapa jenis barang yang memang dibutuhkan sejak awal kelahiran si Kecil. Namun, ada pula jenis barang lainnya yang sebenarnya tidak harus ada secepatnya. Mamsi dan Papsi bisa membelinya beberapa waktu menyesuaikan dengan pengaturan penggunaan dana yang ada.

2.  Fokus pada Kebutuhan

perlengkapan bayi

Setelah menentukan skala prioritas atas kebutuhan si Kecil, sebisa mungkin Mamsi harus fokus pada kebutuhan tersebut. Dengan memfokuskan pertimbangan pada benda-benda yang masuk dalam daftar kebutuhan, Mamsi bisa menghemat waktu karena tidak harus mencari banyak barang yang ujung-ujungnya tidak terlalu dibutuhkan.

Fokus pada kebutuhan juga akan menolong Mamsi dan Papsi untuk membeli jenis barang yang cukup, tidak kurang dan tidak berlebihan. Barang-barang yang tidak benar-benar dibutuhkan akan menganggur begitu saja dan menyia-nyiakan dana yang sudah disiapkan.

3.  Utamakan Kualitas

perlengkapan bayi

Mamsi dan Papsi tak boleh berkompromi dengan kualitas selama dana masih tersedia. Kualitas perlengkapan bayi yang baik akan memastikan keamanan dan kenyamanan si Kecil.

Kualitas juga berhubungan erat dengan durabilitas atau keawetan. Umumnya, perlengkapan bayi yang berkualitas memiliki build quality yang kokoh. Perlengkapan berkualitas biasanya kuat dan tidak mudah rusak. Jika Mamsi dan Papsi berencana memiliki anak kedua, memilih barang yang awet dan tahan lama serta bisa digunakan di lain waktu untuk anak kedua wajib dilakukan.

4.  Manfaatkan Diskon

perlengkapan bayi

Satu lagi cara yang bisa Mamsi gunakan untuk berhemat dalam membeli perlengkapan bayi baru lahir adalah dengan memanfaatkan diskon untuk barang-barang yang dibutuhkan. Biasanya, ada momen-momen tertentu toko memberikan diskon seperti momen liburan atau hari ibu.

Memanfaatkan diskon memungkinkan Mamsi dan Papsi mendapatkan harga yang lebih murah saat membutuhkan perlengkapan bayi tertentu. Meski demikian, ada hal yang tetap perlu diingat yaitu jangan pernah mengorbankan kualitas demi diskon. Bagaimana pun, keamanan dan kenyamanan bayi Mamsi adalah yang paling utama.

 

Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Pastikan Mamsi dan Papsi memilah mana kebutuhan dan mana yang hanya sekadar keinginan. Yuk, simak daftar perlengkapan wajib dan daftar perlengkapan opsional di bawah ini.

  • Daftar Perlengkapan Wajib

Benda-benda yang termasuk dalam daftar perlengkapan wajib untuk bayi baru lahir ini merupakan barang yang akan dipakai dalam waktu yang cukup lama dan jika tidak dimiliki, bisa mengganggu kenyamanan dan keamanan serta pertumbuhan si Kecil.

1.  Crib/Tempat Tidur Bayi

perlengkapan bayi

Tempat tidur bayi penting untuk melindunginya dari berbagai gangguan saat bayi tertidur. Bahkan, untuk bayi yang co-sleeping dengan Mamsi pun, crib tetap dibutuhkan saat-saat mengganti popok atau setelah mandi.

2.  Selimut Bayi

perlengkapan bayi

Selimut bayi penting untuk bayi saat suhu ruangan terlalu dingin untuknya. Ketebalan selimut bisa disesuaikan dengan lingkungan rumah Mamsi. Jika berada di daerah panas, penggunaan selimut bayi bisa dikesampingkan karena si Kecil perlu mengenakan pakaian yang tipis dengan sirkulasi udara baik.

3.  Pakaian Bayi

perlengkapan bayi

Pakaian bayi yang wajib dimiliki antara lain bodysuit bayi, set kaus dan celana dalam, sweater, hingga topi bayi. Mengingat pertumbuhan bayi yang sangat cepat, Mamsi disarankan untuk tidak terlalu banyak membeli ukuran tertentu. Seiring bertambahnya usia bayi, Mamsi akan sering membutuhkan baju baru yang sesuai ukuran.

4.  Perlengkapan Pelindung Bayi

perlengkapan bayi

Perlengkapan pelindung bayi seperti bumper busa di crib dibutuhkan sejak bayi baru lahir. Pelindung lainnya seperti penutup outlet listrik, pengait laci/kabinet, hingga pintu portabel untuk tangga akan dibutuhkan setelah bayi mulai merangkak.

5.  Perlengkapan Menyusui

perlengkapan bayi

ASI eksklusif sangat penting selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Ini karena ASI mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan si Kecil, bahkan untuk memperkuat sistem imunnya.

Persiapkan ASI Mamsi dengan mengonsumsi asupan bergizi dan bernutrisi lengkap agar ASI yang diberikan kepada si Kecil berkualitas optimal. Selain dari asupan makanan harian, Mamsi bisa lengkapi dengan ASI booster Herba ASIMOR.

Kandungan daun katuk dan daun torbangun dapat menambah kualitas dan kuantitas ASI. Herba ASIMOR juga mengandung Striatin dari ikan gabus yang bisa mempercepat pemulihan luka pascapersalinan, baik Caesar maupun normal.

6.  Perlengkapan Makan/Minum

perlengkapan bayi

Peralatan makan dibutuhkan ketika bayi mulai bisa diberikan MPASI pada usia 6 bulan ke atas. Saat bayi belajar memakan makanan yang makin padat, perlengkapan makan plastik dan kursi makan bayi akan sangat membantu.

Perlengkapan makan/minum yang harus dimiliki untuk memudahkan aktivitas makan si Kecil antara lain botol susu, bib, piring kecil, sendok garpu kecil, dan pembersih alat makan/minum khusus bayi.

7.  Perlengkapan Mandi

perlengkapan

Perlengkapan mandi bayi antara lain handuk, kain lap, sabun dan sampo bayi. Bola-bola kapas perlu disediakan juga untuk membersihkan bagian-bagian sensitif. Benda-benda seperti minyak kayu putih juga perlu disiapkan untuk dipakai setelah mandi.

8.  Perlengkapan Popok

perlengkapan bayi

Popok kain atau popok sekali pakai, pilih yang paling sesuai untuk Mamsi. Selain itu, Mamsi butuh salep ruam popok, tisu, kapas, dan alas anti air. Popok kain umumnya lebih ekonomis dibanding popok sekali pakai. Namun, pada musim penghujan, popok kain bisa menjadi sangat merepotkan karena tidak mudah kering setelah dicuci.

9.  Perlengkapan Perjalanan

perlengkapan bayi

Saat bepergian, perlengkapan wajib antara lain stroller, tas popok, gendongan bayi, serta baby car seat. Untuk barang-barang ini, sangat disarankan untuk membeli barang baru yang berkualitas tinggi. Kualitas barang yang buruk berisiko tinggi saat terjadi sesuatu di jalan.

 

  • Daftar Perlengkapan yang Jarang Terpakai

Benda-benda yang termasuk dalam daftar perlengkapan yang jarang terpakai adalah barang yang perlu dibeli tapi jangan terlalu banyak karena jarang terpakai atau terpakai sebentar. Selain itu, daftar ini juga termasuk barang yang sebenarnya bisa tidak perlu dibeli sama sekali.

1.  Sarung Tangan

perlengkapan bayi

Mamsi tidak memerlukan sarung tangan untuk bayi selama di rumah. Sarung tangan hanya akan menghalangi pertumbuhan dan aktivitas sensorik tangan bayi. Sesekali dipakai saat keluar rumah boleh, oleh karena itu beli sedikit saja. Satu atau dua pasang cukup.

2.  Bantal dan Guling Bayi

perlengkapan bayi

Bayi sebaiknya tidur di atas permukaan kasur yang datar tanpa bantal maupun guling. Ini untuk menghindari risiko bayi tersedak dan kesulitan bernapas saat berpindah posisi atau berguling. Adanya bantal dan guling bayi dapat menimbulkan risiko kematian mendadak pada bayi atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Karena saat bayi berguling di atas bantal yang empuk, ada kemungkinan saluran napasnya terhalang bantal. Kondisi leher bayi juga masih belum kuat untuk mengangkat kepalanya sehingga berisiko kesulitan bernapas.

3.  Kaus Kaki

perlengkapan bayi

Sama seperti kaus tangan, kaus kaki menghambat pertumbuhan dan sensitivitas kaki bayi. Selain itu, pertumbuhan bayi yang cepat membuat kaus kaki jadi tidak terpakai. Sehingga, Mamsi tidak perlu membeli kaus kaki terlalu banyak.

4.  Bedong

perlengkapan bayi

Bedong adalah perlengkapan yang amat terkenal di masa lalu. Namun, kini sudah diketahui bedong bisa menghambat tumbuh kembang bayi.

5.  Gurita Bayi

perlengkapan bayi

Sama seperti bedong, gurita bayi juga merupakan teknologi lama yang kini diketahui bisa membahayakan bayi karena penggunaannya yang diikat dan dililitkan pada bayi.

6.  Breast Pump

perlengkapan bayi

Breast pump diperlukan untuk mengeluarkan ASI yang terlalu banyak atau untuk ibu bekerja yang berpisah dari si Kecil sementara waktu. Jika memang harus membeli benda ini, satu buah sudah cukup.

7.  Food Maker

perlengkapan bayi

Alat pembuat makanan bayi atau baby food maker memiliki cara kerja seperti blender. Karena itu, Mamsi bisa menggunakan blender untuk tujuan sama.

8.  Slow Cooker

perlengkapan bayi

Slow cooker juga biasanya dipakai untuk mempersiapkan makanan si Kecil. Namun, biasanya alat ini dibutuhkan setelah bayi berusia 6 bulan ke atas.

9.  Mainan Bayi

perlengkapan bayi

Mainan bayi tergolong benda yang sebenarnya tidak dibutuhkan bayi pada awal pertumbuhannya. Meski begitu, bisa dipakai setelah bayi mulai memahami indera sensoriknya dan mulai bisa bermain.

10.  Alat Sterilisasi

perlengkapan bayi

Alat sterilisasi botol susu maupun perlengkapan makan bayi memang berguna untuk membunuh bakteri dan virus serta jamur. Namun, jika tidak ada dana, bisa digantikan dengan mensterilkan benda-benda tersebut di air panas.

Membeli perlengkapan bayi laki-laki maupun perlengkapan bayi perempuan memerlukan pertimbangan yang tidak mudah. Fokus pada prioritas dan kebutuhan si Kecil adalah cara terbaik untuk menghemat pengeluaran. Mamsi dan Papsi bisa mulai mencoba dari hal-hal kecil untuk mengetahui mana cara berhemat yang paling sesuai dengan kondisi di rumah.

Selain mempersiapkan peralatan bayi, Mamsi juga bisa mulai mempersiapkan suplemen pelancar ASI Herba ASIMOR sebagai upaya #KawalAwal kehidupan si Kecil. Dengan kandungan bahan alami daun katuk, daun torbangun dan ikan gabus, Herba ASIMOR dapat membantu melancarkan produksi ASI.

Selain praktis, mengonsumsi Herba ASIMOR juga bisa menghemat pengeluaran Mamsi dan Papsi untuk menyiapkan menu harian pelancar ASI secara tradisional. Untuk menyiapkan menu harian yang terdiri atas daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus, Mamsi perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 60.000 untuk 3x makan dalam sehari.

Dalam 1 botol Herba ASIMOR seharga Rp60.000, sudah terdapat kandungan daun katuk, daun torbangun dan ikan gabus. Ini artinya Mamsi hanya perlu mengeluarkan Rp 4.000 untuk konsumsi 2 kaplet sehari. Herba ASIMOR juga bersertifikasi halal karena menggunakan bahan herbal alami yang menghasilkan molekul terkecil sehingga bisa terserap optimal oleh tubuh Mamsi tanpa residu.

Selamat mencoba tips di atas ya Mam, dan selamat menyambut si Kecil!

Asimor ASI Booster Pelancar ASI




Follow Us
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Follow Herba ASIMOR
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
^M

Copyright © Herba Asimor Owned by PT. Dexa Medica

^M
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Tanya ASIMOR