Mamsi yang baru melahirkan anak pertama mungkin akan cemas setelah si Kecil lahir. Meski bahagia saat pertama kali melihat si Kecil, Mamsi juga mungkin bingung soal cara merawat bayi baru lahir.
Wajar saja bila Mamsi gugup karena belum berpengalaman dengan cara mengurus bayi baru lahir di rumah. Mengurus bayi baru lahir memang memerlukan perawatan ekstra. Karena si Kecil belum bisa melakukan apa-apa, Mamsi dan Papsi harus melakukan semuanya untuk bayi.
Umumnya, ibu baru belum mengerti cara merawat bayi yang benar dan sehat dan takut menyakiti tubuh si Kecil yang mungil. Tenang saja, Mamsi. Cukup ikuti panduan cara merawat bayi baru lahir di rumah berikut ini, dan si Kecil akan terjaga dengan baik.

Salah satu cara mengurus bayi baru lahir yang perlu Mamsi ketahui adalah merawat tali pusar. Umumnya, tali pusar bayi akan lepas antara 1-2 minggu setelah hari kelahirannya. Selama menunggu tali pusar lepas, Mamsi harus merawatnya dengan baik agar kebersihan tali pusar senantiasa terjaga sehingga terhindar dari iritasi atau terinfeksi kuman.
Mamsi cukup membersihkan tali pusar dengan air hangat tanpa perlu menggunakan sabun. Sebaiknya hindari menggunakan cairan alkohol atau cairan antiseptik untuk membersihkan tali pusar karena dapat mengiritasi kulit.
Setiap selesai dibersihkan, pastikan untuk mengelap tali pusar hingga kering agar tidak lembap dan dihinggapi kuman. Hindari mengaplikasikan minyak, bedak, atau bahan apa pun di tali pusar.

Pada usia 1–2 bulan, bayi umumnya buang air besar sebanyak 10 kali per hari dan buang air kecil hingga 20 kali dalam sehari. Maka itu, Mamsi perlu sering-sering mengganti popoknya agar area genital bayi senantiasa terjaga kebersihannya.
Ikatan Dokter Anak Indonesia menyarankan orang tua mengganti popok bayi baru lahir setiap 2–3 jam sekali. Jangan menunggu sampai popok bayi penuh atau berat oleh urine untuk menggantinya, ya, Mamsi.
Mengganti popok bayi secara teratur merupakan salah satu cara merawat bayi baru lahir agar tidak mudah sakit. Bila proses penggantian popok bayi kurang higienis, ia bisa menderita ruam, iritasi, gatal, hingga perih pada kulit di sekitar bokong. Selain itu, bayi juga bisa menderita infeksi kandung kemih akibat jamur dan bakteri dari popok yang kotor.

Banyak orang tua baru yang masih takut-takut memandikan bayi baru lahir. Tenang saja, Mamsi. Berikut hal penting yang perlu diketahui mengenai cara memandikan bayi baru lahir:

Salah satu cara merawat bayi baru lahir agar tidak mudah sakit adalah dengan rajin menjemurnya di bawah matahari pagi. Cahaya matahari pagi sangat bermanfaat bagi bayi baru lahir, terutama untuk mengurangi kadar bilirubin dalam darah bayi sehingga ia tidak menguning. Sinar matahari juga kaya akan vitamin D yang berfungsi dalam penyerapan kalsium dan memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi.
Menjemur bayi baru lahir sebaiknya dilakukan sebelum jam 10 pagi dan tidak perlu terlalu lama, cukup jemur bayi selama 10-20 menit, ya. Mamsi juga bisa lakukan kegiatan ini sambil menyusui si Kecil. Biasanya, si Kecil akan tidur lebih lelap dan cenderung lebih lama setelah berjemur dan merasa kenyang setelah menyusui.

ASI merupakan asupan utama yang dibutuhkan bayi baru lahir. ASI dapat mencukupi kebutuhan gizi bayi baru lahir sekaligus membangun sistem kekebalan tubuhnya. Oleh karena itu, setiap ibu wajib memberikan ASI eksklusif kepada bayinya selama enam bulan pertama usia bayi.
Saat Si Kecil baru lahir, ia akan menyusu setiap 2–3 jam sekali. Ini karena sistem pencernaan bayi baru lahir sangat kecil sehingga ia membutuhkan makanan setiap beberapa jam sekali. Jika Si Kecil tertidur selama lebih dari 3 jam, sebaiknya Mamsi membangunkannya agar ia menyusu.
Karena frekuensi menyusu bayi yang tinggi pada bulan-bulan pertama hidupnya, Mamsi perlu memastikan stok ASI Mamsi mencukupi. Pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi agar produksi ASI Mamsi terus lancar.
Mamsi, Yuk Baca Juga: 5 Cara dan Posisi Menyusui Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir akan banyak tidur, namun ia akan bangun setiap 2–3 jam sekali untuk menyusu. Bayi yang mengonsumsi ASI dengan jumlah cukup, umumnya dapat tidur sendiri dengan nyenyak, karena proses mengisap saat menyusui bisa melepaskan hormon kolesistokinin yang membuat si Kecil merasa ngantuk.
Seiring dengan pertambahan usianya, bayi pun akan mengembangkan siklus tidurnya. Mamsi dapat membantu proses ini dengan, misalnya, sering mengajak bayi main di siang hari, dan meminimalkan stimulasi di malam hari. Dengan begitu, si Kecil akan memahami bahwa siang adalah waktunya bermain, dan malam adalah waktunya tidur.

Pastikan Mamsi mencuci pakaian bayi dengan bersih, ya. Pisahkan baju bayi dari popok kain saat dicuci.
Sebagian ibu menggunakan sabun cuci khusus baju bayi karena kandungan deterjennya lebih kecil dibandingkan deterjen biasa. Langkah ini bisa menjadi pilihan bila si Kecil memiliki kulit yang sensitif.
Mamsi juga tidak perlu menggunakan tambahan pelembut atau pewangi pakaian karena justru dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit bayi.
Selain memahami cara merawat bayi baru lahir di rumah, jangan lupa untuk sering-sering berkomunikasi dengan si Kecil, ya, Mamsi. Bayi yang sehat dan riang akan memiliki imunitas yang kuat sehingga tidak mudah sakit.
References: