Puasa bisa menjadi cara alami bagi ibu menyusui untuk kembali langsing, namun apakah ini aman terlebih dapat mempengaruhi produksi ASI. Mari simak, faktanya di sini!
Setelah melahirkan, banyak ibu yang merasa tubuhnya tidak ideal dan ingin mengembalikan bentuk tubuhnya. Namun, proses ini tentu menjadi sebuah tantangan sebab ibu menyusui juga membutuhkan asupan nutrisi agar cukup memproduksi ASI bagi si kecil.
Berbagai metode diet mulai dilakukan, mulai yang terlihat mudah sampai yang susah. Akan tetapi, tidak semuanya aman untuk ibu menyusui. Salah satu metode yang sering disarankan adalah dengan puasa, namun apakah aman?
Mengingat, sebagian ibu merasa ragu dengan berpuasa. Bukan tanpa alasan, sebab dengan puasa tubuh harus beristirahat dari makan dan minum selama kurang lebih 12 jam per harinya. Hal inilah, yang akhirnya timbul rasa khawatir dapat mempengaruhi produksi ASI.
Baca Juga : Menu Sahur & Berbuka Ibu Menyusui, Wajib Coba!
Puasa dapat mempengaruhi metabolisme ibu menyusui dalam beberapa cara. Saat berpuasa, tubuh mulai mengalami suatu perubahan dalam pola pembakaran energi sehingga tidak ada asupan makanan selama beberapa jam.
Biasanya, dengan menggunakan glukosa cadangan, tubuh memiliki sumber energi utama. Setelah beberapa jam, tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber energi alternatif, yang mana membantu proses penurunan berat badan.
Namun, bagi ibu menyusui, mekanisme ini memang perlu diperhatikan. Hal ini agar tidak mengganggu produksi ASI dan kesehatan tubuh. Selain itu, puasa juga dapat menurunkan tingkat insulin dan meningkatkan hormon seperti glukagon dan adrenalin.
Hormon-hormon tersebut yang membantu metabolisme lemak. Namun, jika tidak diimbangi dengan pola makan sehat saat berbuka dan sahur, ibu menyusui mengalami kelelahan, dehidrasi, bahkan dapat mempengaruhi penurunan produksi ASI.
Meskipun metabolisme tubuh dapat menyesuaikan secara mandiri dengan kondisi saat berpuasa, tetap bagi ibu menyusui harus memperhatikan tanda-tanda tubuhnya. Jika merasa lemas, pusing, sampai dengan penurunan produksi ASI ada kemungkinan bahwa tubuh mengalami stres metabolik.
Maka dari itu, puasa bagi ibu menyusui memang perlu dilakukan strategi yang tepat. Seperti mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi saat sahur serta mencukupi kebutuhan cairan agar tidak dehidrasi dan menjaga metabolisme tetap optimal.
Bagi ibu menyusui yang ingin tetap menjalani ibadah puasa masih bisa dilakukan, namun pentingnya memastikan bahwa tubuh mendapatkan nutrisi yang penting. Berikut ini adalah beberapa langkah atau cara yang bisa dilakukan agar ibu menyusui masih bisa puasa dengan cara yang sehat :

(Minum air putih adalah salah satu cara agar tidak dehidrasi saat berpuasa, sumber : freepik)
Dehidrasi adalah salah satu risiko utama saat ibu menyusui berpuasa. Pastikan untuk minum setidaknya 2-3 liter air dari berbuka hingga sahur. Selain air putih, bisa juga mengonsumsi susu, jus buah tanpa gula, atau sup untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Baca Juga : Tips Pola Tidur Ibu Menyusui agar Kuat Puasa
Konsumsi makanan yang kaya akan protein, serat, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks agar energi tetap stabil. Contohnya, daging tanpa lemak, ikan, telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Hindari makanan tinggi gula atau terlalu berminyak karena dapat menyebabkan lonjakan energi sesaat tetapi cepat membuat lemas.
Pilih menu sahur yang dapat memberikan energi tahan lama, seperti oatmeal, nasi merah, telur, dan sayuran. Hindari makanan yang terlalu asin karena dapat menyebabkan rasa haus berlebih saat puasa.
Mulailah berbuka dengan kurma dan air putih untuk mengembalikan energi dengan cepat. Setelah itu, konsumsi makanan utama yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat untuk menjaga keseimbangan nutrisi.
Kurang tidur dapat meningkatkan rasa lelah dan memengaruhi produksi ASI. Usahakan untuk beristirahat cukup agar tubuh tetap bugar selama puasa. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu siang untuk beristirahat sejenak.
Agar proses menyusui masih bisa dilakukan dan produksi ASI tetap terjaga kuantitasnya, tidak ada salahnya bagi ibu menyusui untuk bisa konsumsi suplemen herbal. Herba Asimor adalah suplemen pelancar ASI yang terbuat dari ekstrak daun torbangun, daun katuk, dan ikan gabus.
Herba Asimor memiliki dua bentuk dalam penyajiannya. Yang pertama berbentuk tablet sehingga bisa dikonsumsi secara langsung seperti sedang minum. Yang kedua serbuk minuman, dan bisa dicampurkan ke dalam air mineral.
Puasa memang bisa membantu ibu menyusui untuk menurunkan berat badan. Namun, tetap ya moms, harus dilakukan secara hati-hati agar tidak berdampak pada kesehatan ibu dan produksi ASI.
Jika masih ragu, ada baiknya untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu baik dengan dokter maupun ahli kesehatan sebelum menjalani ibadah puasa. Bagaimana, tertarik ingin mencobanya? (FAS)