100% 100% ASI by Herba ASIMOR
Asimor Produk Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Mamsi Punya masalah dalam menyusui?
  • Asi kurang lancar atau
  • Yang keluar ga banyak?
YUK, CHAT kami & temukan solusinya




Direct Breastfeeding vs Pompa ASI, Mana yang Lebih Baik?

Admin | Apr 28 2021
Share Facebook Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI Share Twitter Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI


Facebook Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Twitter Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Feature Image Direct Breastfeeding vs Pompa ASI, Mana yang Lebih Baik? Asimor ASI Booster Pelancar ASI

Menyusui bayi secara langsung dari payudara atau direct breastfeeding merupakan cara menyusui yang paling direkomendasikan. Namun, terkadang ada beberapa kondisi yang membuat Mamsi tidak bisa melakukan direct breastfeeding sehingga harus memberikan ASI menggunakan pompa ASI.

Untunglah di zaman modern ini, kemajuan teknologi dapat membantu Mamsi dan Papsi di berbagai aspek, termasuk dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayi.

Saat ini ada berbagai varian pompa ASI yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan Mamsi. Mulai dari pompa ASI manual, elektrik, ringan dan praktis untuk dibawa-bawa, bahkan ada yang bisa tersambung dengan aplikasi di smartphone!

Dengan berbagai kemudahan itu, Mamsi pun dapat tetap memberikan ASI eksklusif menggunakan pompa ASI yang dikenal dengan istilah Eping (Exclusive Pumping).

Meski direct breastfeeding menjadi pilihan utama para ahli dan banyak ibu menyusui, namun, menyeimbangkan pemberian ASI dengan Eping juga dapat dipertimbangkan. Langkah ini sama-sama dapat mempererat bonding antara Mamsi dengan si Kecil, lho!

 

Manfaat Direct Breastfeeding

Para ahli mengatakan direct breastfeeding memiliki segudang manfaat, baik bagi bayi maupun ibu:

- Membantu mengembalikan rahim ibu ke ukuran semula

- Membakar kalori ibu lebih banyak

- Menurunkan risiko kanker payudara pada ibu

- Meningkatkan kesehatan sistem pencernaan maupun tubuh bayi

- Bayi tidak mudah terinfeksi virus atau bakteri sehingga cenderung jarang sakit

- Mempererat bonding antara bayi dengan Mamsi

 

Kelebihan dan Kekurangan Direct Breastfeeding

pompa asi

Agar Mamsi mendapatkan informasi yang lengkap, yuk, ketahui apa saja kelebihan dan kekurangan dari direct breastfeeding.

Kelebihan

- Kandungan ASI lebih baik karena diisap bayi langsung dari payudara

- Suhu ASI otomatis sesuai dengan kebutuhan bayi

- Bisa langsung diberikan kepada bayi tanpa persiapan khusus

- Mendorong produksi ASI

- Hemat pengeluaran karena tidak memerlukan peralatan tambahan

 

Kekurangan

- Sedikit repot bila hendak diberikan kepada bayi di tempat umum atau ramai

- Mamsi harus selalu berada di dekat bayi

- Terdapat risiko puting lecet bila pelekatan belum benar atau bila bayi sudah tumbuh gigi

- Terdapat risiko payudara bengkak atau mastitis bila ASI tersumbat atau terinfeksi bakteri

- Mamsi tidak bisa mengetahui secara pasti jumlah ASI yang diminum bayi

 

Kelebihan dan Kekurangan Menyusui dengan Pompa ASI

pompa asi

Pada kenyataannya, tidak semua Mamsi dapat selalu menyusui si Kecil langsung dari payudaranya. Bahkan Mamsi yang terbiasa melakukan direct breastfeeding pun kadang merasakan tantangan tersendiri, seperti kelelahan atau stres yang dapat memengaruhi produksi ASI.

Ada banyak alasan yang bisa membuat Mamsi mempertimbangkan untuk melakukan Eping atau menyusui bayi menggunakan pompa susu sebagai alternatif menyusui si Kecil, berikut di antaranya:

- Mamsi menderita penyakit tertentu sehingga tidak bisa menyusui secara langsung

- Bayi mengalami bingung puting atau nursing strike

- Pelekatan belum benar

- Proses menyusui pada hari-hari awal kelahiran bayi belum lancar

- Payudara bermasalah, seperti lecet, nyeri, berdarah, bengkak atau mastitis

- Ingin memiliki simpanan ASI perah

- Ingin meningkatkan produksi ASI

- Ingin Papsi memiliki pengalaman memberikan ASI kepada bayi

- Kembali bekerja sehingga harus meninggalkan bayi

- Membantu meratakan puting rata atau datar

- Mengetahui seberapa banyak ASI yang diminum bayi

Proses memompa ASI juga tidak lebih mudah daripada direct breastfeeding. Mamsi harus menyiapkan mental untuk disiplin memompa ASI sebanyak 8–12 kali sehari.

Produksi ASI bekerja dengan prinsip supply and demand. Dengan kata lain, semakin sering Mamsi memompa ASI, maka produksi ASI akan semakin banyak. Langkah ini akan terasa lebih menantang bagi Mamsi yang sehari-hari bekerja atau beraktivitas di luar rumah.

 

Mamsi, yuk baca juga: 5 Tips Sukses Pumping ASI di Kantor

 

Bila Mamsi dapat memompa ASI di rumah, Mamsi dapat mencoba power pumping agar produksi ASI terus lancar. Caranya, Mamsi memompa ASI menggunakan pompa susu selama 10 menit, lalu beristirahat selama 10 menit, lalu memompa lagi selama 10 menit, dan begitu seterusnya selama 1-2 jam.

Agar proses pemberian ASI kepada si Kecil tidak terhambat, Mamsi dapat melakukan langkah alternatif dengan menggunakan pompa ASI manual atau pun elektrik. Sama seperti direct breastfeeding, upaya ini memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

 

Kelebihan

- Proses bayi minum ASI bisa lebih cepat

- ASI bisa disimpan atau distok

- Bayi tetap bisa menyusu meski sedang tidak di dekat Mamsi

- Puting tidak lecet atau sakit akibat digigit bayi

- Tidak ada risiko payudara bengkak atau mastitis

- Mamsi dapat mengetahui secara pasti jumlah ASI yang diminum bayi

 

Kekurangan

- Membutuhkan peralatan khusus: pompa susu atau pompa ASI, kantong ASI, botol kaca, botol susu, dan alat sterilisasi botol

- Memerlukan pengeluaran khusus untuk alat-alat menyusui tersebut

- Alat-alat menyusui harus rajin dibersihkan atau dirawat dengan baik

- Kandungan ASI tidak sama dengan saat diisap langsung dari payudara

- Membutuhkan freezer khusus untuk menyimpan ASI perah

- Tidak bisa langsung diberikan kepada bayi karena harus dipersiapkan terlebih dulu

- Harus dihangatkan terlebih dulu sebelum diberikan kepada bayi

 

Pada dasarnya, kegiatan menyusui bukan hanya bertujuan untuk memberi makan bayi. Lebih jauh dari itu, menyusui juga penting dilakukan untuk menjalin ikatan emosional atau bonding dengan si Kecil. Maka, sebaiknya Mamsi juga menyeimbangkan pemberian ASI secara pompa dan direct breastfeeding untuk tetap menciptakan bonding dengan si kecil.

Memberi ASI dengan cara direct breastfeeding atau menggunakan pompa ASI sama-sama dapat mewujudkan kedua tujuan menyusui tersebut kok, Mamsi. Namun, setiap ibu pasti mempunyai keadaan yang berbeda. Ada yang menjadi ibu rumah tangga dan ada pula yang harus bekerja kantoran atau memiliki kondisi kesehatan tertentu. Dengan mempertimbangkan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing cara menyusui, Mamsi bisa memutuskan bagaimana Mamsi akan menyusui si Kecil nantinya.

Teruslah semangat menyusui si Kecil ya, Mamsi! Cari tahu berbagai cara melancarkan produksi ASI agar pemberian ASI eksklusif kepada bayi dapat berjalan lancar.

Asimor ASI Booster Pelancar ASI




Follow Us
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Follow Herba ASIMOR
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
^M

Copyright © Herba Asimor Owned by PT. Dexa Medica

^M
Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI Image Social Media Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Tanya ASIMOR